Ikan Gergaji

Ikan gergaji atau sawfish masih termasuk famili ikan pari (famili Pristidae). Mereka memiliki ciri moncong panjang bergigi.

Ciri umum :

  1. Moncong sangat panjang, datar dan seperti gergaji
  2. Cuping bawah dari sirip ekor pendek, tapi nampak jelas
  3. Letak pangkal sirip punggung pertama berada di depan pangkal sirip perut
  4. Jumlah gigi pada rostrum 14–23 pasang
  5. Ukuran: Panjang tubuh dapat mencapai 700 cm; ukuran dewasa 240–300 cm; saat lahir ~76 cm.
  6. Sebaran: Kemungkinan ditemukan di seluruh perairan laut tropis, termasuk di perairan sungai dan danau tropis dan subtropis bersuhu hangat; tidak tersebar merata karena di beberapa daerah telah mengalami kepunahan.

 

Habitat dan biologi :

Hidup di dasar perairan estuaria, sungai dan danau maupun perairan pantai hingga kedalaman 60 m. Ikan ini menyebar diberbagai negara seperti  Australia, India, Papua Nugini, Afrika Selatan dan Thailand. Hewan  ini tergolong penghuni air tawar dan menyukai daerah tropis. Biasanya mereka hidup di danau-danau besar, sungai besar atau rawa-rawa tertentu. Di Indonesia ikan hiu gergaji terdapat di Sungai Digul, Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Siak dan Sungai Sepih Makanan terdiri dari ikan-ikan kecil dan invertebrata dasar.Menggunakan gergajinya untuk membunuh mangsa, dan dapat melukai manusia jika kurang hati-hati dalam penanganannya

Aspek Kepunahan :

Penyebab utama punahnya ikan hiu gergaji adalah diintroduksinya alat tangkap berupa jaring insang monofilament oleh para kolektor ikan secara tidak bertanggung jawab, Ikan ini sangat mudah tertangkap oleh jaring dasar dan trawl di laut, kemungkinan populasinya sudah punah di sebagian perairan Indo–Pasifik. Bahkan penduduk setempat masih sering menangkapnya karena dianggap sebagai predator ikan-ikan lain Tidak hanya itu saja kian kecilnya habitat hidup mereka seiring makin bertambahnya populasi manusia Makin lama makin banyak ikan hiu gergaji yang terjaring dan mati hingga melebihi kemampuan pulihnya yang berakibat terancamnya kelestariannya.Bagian tubuh yang dapat dimanfaatkan adalah daging dan sirip (keduanya bernilai ekonomi sangat tinggi), kulit dan tulang rawan

Perlindungan Ikan Gergaji

Konservasi sumberdaya ikan adalah upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya ikan, termasuk ekosistem, jenis dan genetik untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan kesinambungannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman sumberdaya ikan. Salah satu upaya konservasi ekosistem dilakukan melalui penetapan dan pengelolaan kawasan konservasi perairan. Pendekatan pengelolaan kawasan konservasi perairan perlu dilakukan lebih spesifik dalam pewilayahan bioekologi, mengingat kaitannya dengan dinamika ekosistem perairan yang senantiasa bergerak serta karakteristik biota perairan yang tidak mengenal pemisahan wewenang maupun batas-batas wilayah administrasi pemerintahan Untuk melestarikan dan melindungi satwa laut, khususnya dalam menanggulangi dan menghentikan eksploitasi berlebihan dan menjaga populasi satwa laut maka Pemerintah berupaya menegakan hukum konservasi dan juga berupaya menekan jumlah ikan yang dapat ditangkap oleh para nelayan di wilayah perairan tiap musimnya.